Gugu – Hanyalah Kau

Puisi Hanyalah Kau sekarang sudah merdu dan layak menjadi teman galau setelah bangun dan menjelang tidur.

klik kalimat berwarna dan hanyutlah.

Hanyalah Kau

Pernah ku menunggu

Di waktu malam bisu

Mengingat kembali awal kita bertemu

Semoga kau tak bosan hadir di mimpiku

 

Di pagiku

Menyambut sang mentari

Harapanku kau ucapkan “selamat pagi” untukku

Namun kau masih diam entah dimana

 

Banyak senyum menyapaku

Namun tak satu pun itu kamu

Hanyalah kau pintaku

Seraya ku berdoa

Kau diciptakan untukku.

Ucapan Selamat Tinggal dari Hujan

Aku kira musim akan berganti begitu saja

Sudah aku persiapkan untuk menerimanya

Sejujurnya aku menyukai hujan

Namun tak akan selamanya aku berdiam di nyaman hujan

 

Kemarin, hujan seolah pergi

Berganti musim katanya

Teriknya menyengat semangat

Memanaskan kembali kesejukan

 

Senang bukan main ketika aku dengar kabar, diluar basah.

Ku buka lebar jendela kamar

Hujan kembali bertebaran

Membasuh keringnya luka

 

Aroma terbaik sepanjang masa

Tak ragu ku julurkan kepala

Aku basahi kusam rambutku dengan airnya

Ingin aku keluar dan berdansa bersamanya

 

Indah

Sungguh aku rindu

Terima kasih hujan

Telah datang menemaniku menjemput senja

Aku ikhlas jika ini ucapan selamat tinggalmu

 

 

Bandung, 26 desember 2016

KEPO(is)me

“kepo banget si lu!!”

Apa sih kepo itu?

Siapa yang gak tau Kepo? Jadi ngehits dikalangan anak muda gaul, mamah gaul dan semua yang bergaul, seperti sempat ngebomb nya “Om telolet om” yang membuat seisi dunia maya penasaran sampai banyak orang ternama di luar negeri mempertanyakannya, bisa disebut mereka juga kepo tentang “om telolet om” mungkin dibenak mereka bertanya “makanan jenis apa ini? Sepertinya lezat untuk di cari”. Tapi percayalah kata Kepo akan lebih lama dipakai dari pada Telolet. Jadi apa itu Kepo? Menurut yang tertulis di www.indonesiaindonesia.com   Kepo adalah akronim dari Knowing Every Particular Object yang artinya sebutan untuk orang yang serba ingin tahu dari detail sesuatu, baik yang kalau ada yang terlintas dibenaknya dia tanya terus. Hal-hal sepele ditanyain, serba ingin tau, pengen tau urusan orang lain dan sebagainya. Dalam pencarian lain tentang Kepo terlulis juga di www.kompasiana.com  Kepo adalah kata bahasa hokkien tionghoa medan/tionghoa sumatera yang sering digunakan untuk memarahi, mengejek orang karna kurang kerjaan (jadi mengerjakan kerjaan yang bukan kerjaannya), sibuk tak menentu. Dan masih banyak pengertian tentang Kepo, akan tetapi Kepo yang di ketahui pada umumnya adalah rasa ingin tahu yang berlebihan, memang segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, berharap lebih pada gebetan yang ternyata cuma jadi teman, cinta yang berlebihan yang akhirnya putus juga dan itu menyakitkan, aaaah.

Oke, sekarang siapa yang gak pernah kepo? Kamu? Masa sih? Atau kamu? Apa? Mau ngajak jalan aku? Duh maaf ya Raisa. Hampir semua orang bahkan semua orang pernah kepo, manusia memang pada dasarya dilahirkan dengan banyak pertanyaan yang Tuhan tanamkan agar mereka berpikir dan mencari jawban, bahkan mempertanyakan yang sebenarnya dia pun sudah tau jawabannya, kaya temen-teman kalian yang lagi cari muka buat dapet nilai Hahaha. Para filsuf mereka berangkat dari ketidaktahuan yang kemudian mempertanyakan segala hal yang mereka tidak ketahui bahkan ada yang bertanya “bumi ini bulat atau datar?” hemmm terserah, aku berpikir maka aku ada, aku bertanya maka apa jawabnya?, apapun pertanyaannya kamulah jawabannya, eeaaah.

Apa kalian punya teman, sahabat, pacar atau mantan yang kepo? Aku sih punya, ya mereka serba ingin tau semua tentang kita, sampai-sampai kita chat dengan siapa pun dia pertanyakan, malah harus lihat dengan mata kepala dia sendiri, mungkin dia perhatian, gak mau sahabatnya chat sama penjahat yang bermuka manis. Tapi hati-hati jangan sampai kalian kepo yang berlebihan (kepo aja sudah bermakna berlebihan) ini kepo yang berlebihan, bahaya itu, bisa jadi boomerang.

Misalnya kamu baru punya pacar, misal ini mah,  kalo lagi jomblo ya bayangin aja mblo. Kamu lagi bahagia-bahagianya menyandang status baru “berpacaran” setelah lima tahun pdkt, setelah sempat hampir jadi kakak-adek dan akhirnya jadian benar-benar perjuangan, pasti bahagia dong. Setiap hari pengennya deket terus, gak ada bahan obrolan pun pokokya mah bareng, gak peduli dibilang kaya tompel yang nempel kemanapun doi pergi “pokoknya mah I Love You” lah. Saat udah dikamar masing-masing masih terus berlanjut ke  chating, eh si doi tidur duluan jadi weh bete, kemudian kamu buka media sosial, tidak lupa update kebahagian dan tag si doi, buka sosial media doi misalnya facebook, waktu baca status-status terbarunya masih senyum-senyum bahagia soalnya status terbarunya masih tentang kasmaran baru jadian sama kamu, semakin penasaran semakin stalking ke bawah, semakin kamu temui segala hal tentang masa lalunya, mulai agak sakit tiba-tiba tuh di hati pas lihat ada foto doi sama mantannya yang tidak kamu ketahui, ternyata doi sempat jadian sama temanmu sendiri, bomb, kelar, sadis. Semakin malam semakin air mata deras, mau tidur juga susah, telpon si doi gak di angkat, mau marah juga kamu gak punya alasan, kan itu masa lalu doi, kalo kamu cinta doi ya terima juga dong masa lalunya, suruh siapa kepoin facebook doi sampe bawah? Besoknya mata sembab ketemu doi sambil cemburut, waktu ditanya doi jawabanmu “gapapa kok” sampai pada saatnya ribut hahaha, biasa.

Atau di malam hari, susah tidur, mau keluar tapi hujan gede, jadi ya kencan aja sama hp, segala media sosial dibuka, tidak ketinggalan musik kenangan sama mantan diputer, jadi weh kangen sama mantan. Mulai dah tuh buka profil facebook si mantan, lihat foto profilnya kok berasa deg-degan tapi ya penasaran terus stalking ke bawah, baca setiap statusnya ko mulai berasa perih-perih kangen, sampai ada foto si mantan sama pacarnya semakin dalam semakin perih semakin kamu terhipnotis karena ngepoin facebook mantan, gak kerasa hujan di dalam, maksudnya di pipi, pengen rasanya say hallo ke mantan tapi yasudahlah. Bawaanya kesel sendiri, coba cari pengalihan ganti buka Instagram, kebetulan di Instagram juga nge-follow akun mantan, pas banget si mantan teh baru upload foto yang lagi dinner sama pacarnya, bomb. Tenang, disini kamu gak salah, yang kamu perlukan adalah memaafkan segalanya sampai akhirnya damai di hati dan di semua yang pernah dan akan terjadi, kamu hebat gak pake nge-block akun-akun mantan. Itulah cara terbaik untuk move on, dari pada baru putus, kebawa emosi lalu nge-block semua akun mantan, berselang waktu lama kamu kangen dan buka block akun mantan kamu, ya kamu bakal kaget sama yang ada di akun mantan, sakitnya tuh dimana-mana. Semakin terbiasa melihat yang perih akan semakin terbiasa kamu merasa tersakiti sampai akhirnya kamu mati rasa, mantan mau gimana pun di akun media sosialnya kamu udah kebal, bahkan datang di nikahan mantan tanpa gandengan pun kamu siap, tapi kalo mantan kirim kata sapaan ke kamu, jangan menghindar, balas sewajarnya, ya kali aja kan, kadang hujan aja datang tiba-tiba.

Jadi kesimpulannya?

Ada gak sih kesimpulannya? Hahaha.

Begini aja, tetap pada batas wajarnya, manusia pasti serba ingin tahu, kepo silakan tapi juga harus siap terima akibatnya, dan hadapi. Ada kalanya kepo baik untuk kita mencari sesuatu, mencari ilmu yang tersebar dimana-mana tanpa harus ada nama kita di absen, silakan lanjutkan kepomu dan jadilah dirimu yang kuat.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikatan Batin Sepasang (belum) Jodoh

Hubungan antara seorang Ibu dan anak, bisa kita bilang hubungan yang paling suci, hubungan yang terjalin tanpa banyak janji. Cintanya sudah lahir bahkan sebelum si bayi itu lahir, juga lebih setelah salah satu diantara mereka mati, akan terus abadi. Tidak heran jika ikatan emosional mereka sangat kuat, mungkin kita sering alami atau dengar banyak cerita tentang ibu yang merasa sangat gelisah dan tidak enak hati jika sang anak di jauh sana sedang sakit, tu kenyataan yang terjadi. Mengapa kita harus mendoakan kedua orang tua, dan selalu meminta restu mereka agar kita dimudahkan dalam segala hal. Karena doa dan restu diantara anak dan orang tuanya adalah cahaya untuk melangkah.

Oke sekarang kita bahas cinta, eh diatas tadi juga ada cintanya sih. Kedekatan kita dengan sahabat yang pasti sudah terjalin bukan hanya dalam sekejap, banyaknya kenangan yang sudah kita lalui pun bisa menjadi syarat untuk dikatakan sahabat. atau sepasang kekasih yang sudah melewati banyak kenangan, senang dan dukanya sering mereka lalui, menyelesaikan masalah bersama, mengucapkan banyak janji, membuat banyak mimpi, salah satunya tersakiti dan satu lainnya mengobati, bahkan tak tanggung berjanji bersama dalam hidup dan mati, mungkin beberapa bisa menjadi komposisi untuk terjalinnya ikatan batin yang kuat.

Pernah gak sih si dia tiba-tiba tanya kabar atau lebih perhatian dari biasanya? dan kita sedang menyimpan masalah yang tidak kita ceritakan kepadanya, atau saat kita lagi sedikit nakal atau genit ke orang lain, tiba-tiba dia nanya “lagi dimana? sama siapa disana? coba dong kirim foto kamu terbaru” bomb!! nafas kita sedetik berhenti, melihat sekitar barangkali dia sedang berada dibelakang kita dan melihat kita yang lagi genit atau dia punya cctv yang merekam kegiatan kita, intinya takut ketahuan deh hehe. Kita sedang gelisah tanpa sebab, tiba-tiba dia kasih kabar kalo dia balikan sama mantannya..uuuh engga gitu juga, tiba-tiba dia kasih kabar kalo dia lagi kangen berat, atau lagi sakit. Iya enak kalo deket mah samperin kita beri dia segala yang kita punya, kalo jauh? LDR? mmm mojok dah nelpon dia atau video call, kasih perhatian dan pengertian, doa mah sudah pasti, atau kirim sesuatu ke dia pake jasa pengiriman, kali aja kalo dikirim mas kawin dia langsung sembuh heuheuheu.

Ya begitulah, entah apa namanya, awam kita menyebutnya ikatan batin, ikatan emosional dan sebagainya bisa dirasakan oleh siapa saja, diciptakan atau tercipta dengan sendirinya, jodoh kita atau masih belum resmi jodoh, mungkin juga pernah kita alami dengan beberapa mantan, sahabat atau teman. Sekarang apa yang sedang kalian rasakan? sedang bahagia? atau sedang gelisah? coba tanyakan ke orang yang namanya sepintas terlintas di hati kalian, kali aja kalian menemukan jawabannya atau sekedar menjadi teman cerita, setidaknya kalian bisa menyambung kembali tali yang sempat renggang atau semakin mempereratnya dan terus terjaga sampai terlepas tanpa kehendak.

Sambung terus, jangan sampai putus, abaikan status.

 

 

Lupa Mandi

Nampak dunia berhenti berdetak

Tak ada satu pun notifikasi

Pesanmu tak satu pun dapat ku baca

Mungkin memang belum kau kirimkan pesannya

Linimasa tak seperti pasar pagi

Masih terlalu subuh kah

Atau aku lupa minum obat pagi ini

 

Bandung, 11 Desember 2016

 

 

 

 

Kecupan Selamat Pagi

Pagi itu liar!

Masih belum ku temukan pawang

pikiranku mengawang

Menggali ingatan, bagaimana caraku terpejam

Sempatkah rindu ku dekap paksa semalam?

Sudah kepalang memuncak

Sedang kepalan asap ku genggam erat

Kita bebas menginterpretasi

Bagaimana bisa kau tenang disini

Meski seisi hati fasih melafalkan namamu, Dwi.

Aku yang akan menelanjangi hari

Tanpamu di sisi, tetap ku kecupkan selamat pagi.

 

 

Bandung, 10 Desember 2016

Rindu Di Tengah Kota

Menghitung senti Braga menuju Berlin

Dihimpit pertokoan

Diluaskan kerinduan

Berjajar lukisan yang nampak seperti senyummu

Guratan kuas yang lembut, menegaskan begitu surga bersemayam di matamu

 

Apa yang membuatku asing di sini?

Berjalan sendiri menggandeng bayangan.

Nampak gila mereka yang menertawakanku, yang sedang dihujam ribuan rindu.

Sedang mereka sudah terlalu gila, tak pernah rasakan rindu di tengah kota.

 

 

Bandung, 2016

 

Jalan Buntu Menyimpan Rindu

 

Sadar sedari tadi ku menunggumu

Bukan lagi sekedar tanya “apakah aku rindu?”

Sebelum Gala Premiere,

Datangmu menepikan dinginnya angin malam.

Apa yang kita kenakan? semua serba hitam.

Aku tak berencana.

Namun sungguh kau begitu mempesona.

 

Tak ingin secepat itu ku rusak gincumu.

Mungkin kelak, kala rindu memuncak, aku tak peduli seberapa lama kau bersolek.

Seketika ku lahap serta ku beri hangat seperti yang kau harap.

Masih kah kau menyimpan rindu untukku? ini bukan tanya, ini paksa.

 

 

 

Bandung, 2 Desember 2016

 

Dejavu; Kisah Cinta Segitiga yang Sama Namun Berbeda.

Oh sobat, maafkan aku menicntainya

Aku tak bermaksud membuatmu sungguh tak berarti

Siapa sih yang gak kenal penggalan lirik di atas? Lagu ini biasanya di nyanyikan bagi mereka yang sedang gundah gulana, bingung bagaimana cara mengungkapnnya sedang hati terus memaksanya bertemu, menahan rindu namun dia…milik teman. Hmmm

Lagu Sobat milik Padi ini bisa menjadi cara lain untuk mengekspresikan perasaan yang terpendam sedang rasa tak seharusya untuk di pendam, lagu ini mungkin mulai dipasarkan pada tahun 2000-an awal, ada juga lagu yang menganggat tentang kisah cinta segitiga, Diantara Kalian dari D’masiv yang sempat menjadi lagu wajib bagi mereka yang merasakan seru nya jatuh cinta diantara kalian (cinta segitiga).

Berikut adalah lirik Diantara Kalian – D’Masiv :

 

Ku akui ku sangat sangat menginginkanmu
Tapi kini ku sadar ku diantara kalian
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

Ku akui ku sangat sangat mengharapkanmu
Tapi kini ku sadar ku tak akan bisa
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

Lupakan aku kembali padanya
Aku bukan siapa siapa untukmu
Ku cintaimu tak berarti bahwa
Ku harus memilikimu slamanya

Ku akui ku sangat sangat menginginkanmu
Tapi kini ku sadar ku diantara kalian
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

 

 

Siapa yang pernah mengalami kejadian dilematis cinta segitiga? Bahkan dengan teman atau sahabat kita sendiri? Istilahnya kekiniannya dejavu, iya kali ini aku ingin bercerita tentang ya yang seperti diatas tadi aku singgung, namun kali ini dialamai oleh sahabatku terhadap sahabatnya. Sebelumnya jauh tahun aku pernah megalami tragedi cinta segitiga yang beberapa kali aku yang harus mengalah dan dikalahkan, namanya juga anak beres sekolah dasar, banyak mencari pengalaman dan kenalan, aku pernah jatuh cinta dan ya..pacaran gitu tapi selalu menggunakan surat sebagai media kita berkomunikasi hingga singkat cerita, terjadilah tragedi yang mengharuskan aku mengalah dan lepas. Mungkin tidak heran bagi mereka yang pernah tinggal di asrama, yang pacar kita bekas teman kita dan sebaliknya hahaha lucu aja gitu jika mengingat kejadian-kejadian di asrama, tidak menjadi kesedihan jika dikenang sekarang, meskipun dulu begitu perih. Pada saat itu sering kali aku nyanyikan lagu D’masiv ini dimanapun, meski tidak menjadi obat tapi ya you know lah.

Pada tahun-tahun selanjutnya, aku berhasil move on dan sudah pindah sekolah yang lebih tinggi, kali ini aku tidak mengalah terlebih dahulu, maksudnya kita, ya aku dan teman ku menyukai orang yang sama, pada akhirnya dia memilihku dan kita jadian, bahagia? Iya pada waktu itu, seolah tak peduli dengan apa yang teman aku rasakan, mungkin hancur perasaannya melihat kita bahagia. Tapi itu adalah sebuah keputusan yang pastinya megandung resiko, jika tidak diputuskan pun mengandung resiko yang sama hebatnya, namun berbeda dirasa.

Bertahun-tahun hingga dipandangnya kita abadi, seabadi dunia pasti akan berakhir. Dengan banyak alasan diciptakan yang berujung pada kesepatakan yang tak pernah direncanakan sebelumnya. Kita berakhir dan selang berapa minggu aku dapat kabar temanku yang dulu menyukai mantan pacarku kini resmi pacaran, tidak kaget sih tertawa terbahak dan menahan sakit yang tentunya tak sesakit perasaannya pada waktu itu, aku anggap ini waktunya kamu pun merasakannya. Untuk kalian yang sampai saat ini dan selamanya akan menjadi teman-temanku, semoga bahagia selamanya.

Nah…disini aku akan menceritakan yang katanya dejavu ini terjadi kepada sahabat aku, biasanya dia selalu menceritakan segala sesuatu sampai dia lupa cebok pun biasanya cerita. Tapi kali ini tidak, aku kaget ketika dia ke kosan memperkenalkan ehm barunya, yang ternyata adik kelas kita di fakultas, serentak aku kaget bukan karena apa, tapi ya hebat aja akhirnya dia bisa dapetin yang sesuai selera yang biasa ceritakan kepadaku hahaha. Beberapa hari berlalu dia pun belum bercerita apapun, pacarnya ini malah diam-diam cerita kepadaku, singkatnya dia (sahabatku) ini secara terus terang bilang sayang kepada yang sekarang jadi gebetannya ini mungkin pacar gelap, padahal gebetannya ini sedang menjalin hubungan dengan teman sahabat aku ini, jadi gimana ya bagaimana jika aku gunakan nama samaran biar enak? Sahabatku bernama Rahwana, gebetannya namanya Sinta dan pacar resmi si Sinta yang juga teman Deda bernama Rama, oke?

Ceritanya, Rahwana, Rama dan Sinta terkumpul dalam sebuah perkumpulan yang sering kali mengadakan perkumlan, intensitas pertemuan mereka lebih sering dari mandinya mungkin hahaha. Rama dan Sinta ini pacaran kurang tahu berapa lamanya, dan di sisi lain Rahwana menabung rasa kepada si Sinta, hingga singkat cerita ternyata Sinta pun jatuh hati pada Rahwana dan diam-diam mereka saling berterung terang sehingga berjalan tanpa sepengetahuan Rama, mereka sering bertemu dan sudah saling jujur dan mengungkapkan isi hatinya, namun tak enak tentunya jika harus berterung terang pada Rama, berdiam-diam pun tak enak pastinya, sampai pada istilah serapih apapun bangkai disimpan akan tercium juga bususknya, entah bagaimana mulanya kabar kedekatan mereka tercium oleh teman-teman di perkumpulan tersebut dan mereka di sidang untuk mengambi keputusan bagaimana enaknya agar tidak terus menimbulkan kekacauan yang lebih yang juga akan berpengaruh kepada banyak hal.

Setelah berunding tenang, Rahwana mengalah dan mengembalikan tawanannya pada Rama, akan tetapi ini bukanlah harapan Sinta, karena Sinta berharap Rahwana siap mengambil resiko dan memperjuangkan cintanya untuk Sinta, keran Sinta pun sudah terlanjur basah dibuat Rahwana, perasaanya lebih berarah kepada Rahwana dari pada Rama yang pertama mengikatnya. Aku melihat kegelisahan dan kegalaun yang dirasakan Rahwana, selama di kosan dia murung tak pernah keluar kamar terlebih kuliah, ya sebagai sahabat hanya bisa menenangkan dan selalu mengatakan everything gonna be ok, sampai pada suatu sore aku kembali dibuat kaget, Rahwana kembali membawa Sinta, tanpa sepengetahuan Rama tentunya. Memang perasaan tak bisa dipaksakan namun, begitu rumit jika dijalani terlebih jika tidak jalankan. Aku tak tahu bagaimana Rama disana. Namun aku pernah di posisi Rahwana namun beda, kapan aku bercerita? Setelah ini, itu mengapa cerita di atas aku sebut dejavu namun terjadi pada sahabatku.

Aku sempat bertahun sendiri mengobati dan mempercayai waktu, hingga tanpa alasan aku bertemu wanita yang memberi rasa pada hati, kita tidak jadian. Hanya berteman tapi tidak mesra juga sih, sampai dia akhirnya meminta bagaimana jika kita jadian? Oke, aku terima saja karena rasa juga sudah lebih membaik. Tidak lama, status kita berubah menjadi teman kembali namun tak ada keributan atau apapun, semua berjalan seperti biasanya. Aku pun masih menjadi teman yang pertema kali mendengar segala ceritanya dan tak sungkan menjadi bahu saat dia lelah, sampai dia pun bercerita sedang jatuh cinta dengan lelaki lain, dan aku dengarkan dengan pandangan objektif seolah aku tak ada rasa, aku mencoba menjauh agar dia pun tenang menjalani hubungan barunya namun dia justru memaksaku untuk tetap ada untuknya, aku pikir sebagai teman baik tidak masalah.

Mereka jadian dan ya seperti biasa dia berbagi keceriannya kepadaku, pasti dia pun tahu jika aku pun terluka namun aku tak pernah melarang siapaun yang ingin datang dan pergi dalam hidupku karena datang dan perginya selalu memberikan pelajaran bagiku. Dia menjalani kisahnya dengan pacaranya, dan dia pun menjalani kisahnya denganku, dengan sadar dia tahu aku masih cinta dia, aku pun tahu dia lebih cinta aku dari pada kepada pacarnya, banyak tindakan yang membuat dia memilih yang mencerminkan dia lebih sayang kepadaku dari pada pacarnya, namun aku merasa sangat berdosa, dan sangat ingin pergi agar aku tak menjadi penghalang. Kembali dia menarikku namun dia pun tak ingin melepas pacarnya, sungguh menyebalkan pikirku.

Ini berjalan begitu lama, sampai pada akhirnya dia bercerita dia mempunyai banyak masalah dengan pacarnya dan putus, disana hubungan aku dengan dia pun tak sadar merengang karena aku berhasil sedikit demi sedikit menjauh untuk kebaikan, maksudku. Aku tak lagi menjadi orang pertama yang mendengar ceritanya, sedang dia pun tak lagi bercerita kepada pacaranya karena sudah purna. Sampai aku kembali bisa merasakan indahnya jatunya cinta yang aman dan menenangkan sampai saat ini, aku pikir ini adalah yang terbaik. Maksudku, aku pernah ada diantara mereka, aku pernah merasakan menjadi orang ketiga dan menjadi orang yang ditigakan, dan saat ini terjadi kepada sahabatku dia menjadi orang ketiga, aku ingin sekali mendukung perjuangannya merebut Sinta dari Rama namun aku pernah menjadi Rama juga aku pernah menjadi Rahwana, ini yang membuatku banyak diam dan menuangkannya dalam berbagai puisi dan cerita. Semoga dimengerti, dan cerita ini tak serumit cinta segitiga.

Saat ini sudah banyak lagu yang dilatarbelakangi oleh kisah cinta segita antar teman bahkan sahabat, salah satu yang terbaru lagu dari Sheryl feat Ariel Noah yang berjudul Kutunggu Kau Putus, dalam lagu ini teman cerita yang akhirnya menaruh rasa kepada salah satunya dan selalu berharap agar harapannya menjadi nyata dengan terus menunggu temannya putus dengan pacarnya.

Ku cinta padamu


Namun kau milik sahabatku
Dilema hatiku
Andai ku bisa berkata sejujurnya

Jangan kau pilih dia
Pilihlah aku yang mampu mencintamu
Lebih dari dia
Bukan ku ingin merebutmu
Dari sahabatku
Namun kau tahu cinta tak bisa
Tak bisa kau salahkan.


Diatas adalah sepenggal lirik milik Yura fear Glenn Fredly yang berjudul Cinta dan Rahasia, tak jauh berbeda dari lagu-lagu sebelumnya yang menceritkan tentang cinta segita kepada sahabatnya, terus berharap dan menunggu sampai mereka berakhir atau dipaksanya terluka agar kita bahagia.

 

 

 

 

Bandung, 3 November 2016