Bagaimana Caramu Menghormati Kepergian Senja 

21751831_1961454577472598_306809061936336779_n

Bagaimana Caramu Menghormati Kepergian Senja

Aku tanya;
Bagaimana caramu menghormati perginya senja
Masihkah kau bermuram-duja?
Sedang senja hendak meninggalkanmu dengan sengaja
Seyakin itu kah dirimu menyambut malam tanpa sepatah kata?
Kepergiannya memang pantas membuatmu gila 

Ketauhilah senja tak punya banyak waktu
Apalagi jika terus kau tutup dirimu dengan kelabu

Kuperingatkan sekali lagi
Senja tak pernah berjanji kembali
Segala kenangan bersamanya berhamburan dan kau tak akan peduli
Bahkan di saat sendiri
Sepi tak sudi menghampiri
Jelas saja kamu akan menyesal jika melewatkan senja terlebih tanpa segelas kopi

 

#KAMUPHRASE #senjayangberkemaspergi

Iklan

Pertiwi Menyanyi

Di negeri agrari kita dilarang bertani

Di negeri bernenek moyang seorang peluat kita tak bisa melaut

Di negeri yang terhampar sawah kita memanen gedung yang mewah

Di negeri yang mengedepankan demokrasi kita tidak bebas berorasi

Mengumpat di balik safari sembari onani

Transaksi yang menjadi saksi kami bersuara

Sandiwara massal di panggung terbesar

Yang berjabat tangan saling menyalahkan

Yang berjanji saling mengingkari

Mengubur milyaran ikan untuk kami makan

Memendam padi yang harusnya menjadi nasi

Di keterbukaan kami mencari yang disimpan

Di keberagaman kami masih tak bisa nyaman

Di negeri pertiwi hanya yang merdu yang bisa menyanyi

Di negeri pertiwi yang bersuara sumbang dipaksanya bungkam

Semakin kau pendam

Semakin nyala dendam

Semakin kau bungkam

Semakin kami enggan diam

Biarkan kami selalu menjadi benalu bagimu

Jika kebenaran tak bisa menyadarkan kami bergerak melawan

 

Bandung, 2017

 

 

 

Gugu – Hanyalah Kau

Puisi Hanyalah Kau sekarang sudah merdu dan layak menjadi teman galau setelah bangun dan menjelang tidur.

klik kalimat berwarna dan hanyutlah.

Hanyalah Kau

Pernah ku menunggu

Di waktu malam bisu

Mengingat kembali awal kita bertemu

Semoga kau tak bosan hadir di mimpiku

 

Di pagiku

Menyambut sang mentari

Harapanku kau ucapkan “selamat pagi” untukku

Namun kau masih diam entah dimana

 

Banyak senyum menyapaku

Namun tak satu pun itu kamu

Hanyalah kau pintaku

Seraya ku berdoa

Kau diciptakan untukku.

Ucapan Selamat Tinggal dari Hujan

Aku kira musim akan berganti begitu saja

Sudah aku persiapkan untuk menerimanya

Sejujurnya aku menyukai hujan

Namun tak akan selamanya aku berdiam di nyaman hujan

 

Kemarin, hujan seolah pergi

Berganti musim katanya

Teriknya menyengat semangat

Memanaskan kembali kesejukan

 

Senang bukan main ketika aku dengar kabar, diluar basah.

Ku buka lebar jendela kamar

Hujan kembali bertebaran

Membasuh keringnya luka

 

Aroma terbaik sepanjang masa

Tak ragu ku julurkan kepala

Aku basahi kusam rambutku dengan airnya

Ingin aku keluar dan berdansa bersamanya

 

Indah

Sungguh aku rindu

Terima kasih hujan

Telah datang menemaniku menjemput senja

Aku ikhlas jika ini ucapan selamat tinggalmu

 

 

Bandung, 26 desember 2016

KEPO(is)me

“kepo banget si lu!!”

Apa sih kepo itu?

Siapa yang gak tau Kepo? Jadi ngehits dikalangan anak muda gaul, mamah gaul dan semua yang bergaul, seperti sempat ngebomb nya “Om telolet om” yang membuat seisi dunia maya penasaran sampai banyak orang ternama di luar negeri mempertanyakannya, bisa disebut mereka juga kepo tentang “om telolet om” mungkin dibenak mereka bertanya “makanan jenis apa ini? Sepertinya lezat untuk di cari”. Tapi percayalah kata Kepo akan lebih lama dipakai dari pada Telolet. Jadi apa itu Kepo? Menurut yang tertulis di www.indonesiaindonesia.com   Kepo adalah akronim dari Knowing Every Particular Object yang artinya sebutan untuk orang yang serba ingin tahu dari detail sesuatu, baik yang kalau ada yang terlintas dibenaknya dia tanya terus. Hal-hal sepele ditanyain, serba ingin tau, pengen tau urusan orang lain dan sebagainya. Dalam pencarian lain tentang Kepo terlulis juga di www.kompasiana.com  Kepo adalah kata bahasa hokkien tionghoa medan/tionghoa sumatera yang sering digunakan untuk memarahi, mengejek orang karna kurang kerjaan (jadi mengerjakan kerjaan yang bukan kerjaannya), sibuk tak menentu. Dan masih banyak pengertian tentang Kepo, akan tetapi Kepo yang di ketahui pada umumnya adalah rasa ingin tahu yang berlebihan, memang segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, berharap lebih pada gebetan yang ternyata cuma jadi teman, cinta yang berlebihan yang akhirnya putus juga dan itu menyakitkan, aaaah.

Oke, sekarang siapa yang gak pernah kepo? Kamu? Masa sih? Atau kamu? Apa? Mau ngajak jalan aku? Duh maaf ya Raisa. Hampir semua orang bahkan semua orang pernah kepo, manusia memang pada dasarya dilahirkan dengan banyak pertanyaan yang Tuhan tanamkan agar mereka berpikir dan mencari jawban, bahkan mempertanyakan yang sebenarnya dia pun sudah tau jawabannya, kaya temen-teman kalian yang lagi cari muka buat dapet nilai Hahaha. Para filsuf mereka berangkat dari ketidaktahuan yang kemudian mempertanyakan segala hal yang mereka tidak ketahui bahkan ada yang bertanya “bumi ini bulat atau datar?” hemmm terserah, aku berpikir maka aku ada, aku bertanya maka apa jawabnya?, apapun pertanyaannya kamulah jawabannya, eeaaah.

Apa kalian punya teman, sahabat, pacar atau mantan yang kepo? Aku sih punya, ya mereka serba ingin tau semua tentang kita, sampai-sampai kita chat dengan siapa pun dia pertanyakan, malah harus lihat dengan mata kepala dia sendiri, mungkin dia perhatian, gak mau sahabatnya chat sama penjahat yang bermuka manis. Tapi hati-hati jangan sampai kalian kepo yang berlebihan (kepo aja sudah bermakna berlebihan) ini kepo yang berlebihan, bahaya itu, bisa jadi boomerang.

Misalnya kamu baru punya pacar, misal ini mah,  kalo lagi jomblo ya bayangin aja mblo. Kamu lagi bahagia-bahagianya menyandang status baru “berpacaran” setelah lima tahun pdkt, setelah sempat hampir jadi kakak-adek dan akhirnya jadian benar-benar perjuangan, pasti bahagia dong. Setiap hari pengennya deket terus, gak ada bahan obrolan pun pokokya mah bareng, gak peduli dibilang kaya tompel yang nempel kemanapun doi pergi “pokoknya mah I Love You” lah. Saat udah dikamar masing-masing masih terus berlanjut ke  chating, eh si doi tidur duluan jadi weh bete, kemudian kamu buka media sosial, tidak lupa update kebahagian dan tag si doi, buka sosial media doi misalnya facebook, waktu baca status-status terbarunya masih senyum-senyum bahagia soalnya status terbarunya masih tentang kasmaran baru jadian sama kamu, semakin penasaran semakin stalking ke bawah, semakin kamu temui segala hal tentang masa lalunya, mulai agak sakit tiba-tiba tuh di hati pas lihat ada foto doi sama mantannya yang tidak kamu ketahui, ternyata doi sempat jadian sama temanmu sendiri, bomb, kelar, sadis. Semakin malam semakin air mata deras, mau tidur juga susah, telpon si doi gak di angkat, mau marah juga kamu gak punya alasan, kan itu masa lalu doi, kalo kamu cinta doi ya terima juga dong masa lalunya, suruh siapa kepoin facebook doi sampe bawah? Besoknya mata sembab ketemu doi sambil cemburut, waktu ditanya doi jawabanmu “gapapa kok” sampai pada saatnya ribut hahaha, biasa.

Atau di malam hari, susah tidur, mau keluar tapi hujan gede, jadi ya kencan aja sama hp, segala media sosial dibuka, tidak ketinggalan musik kenangan sama mantan diputer, jadi weh kangen sama mantan. Mulai dah tuh buka profil facebook si mantan, lihat foto profilnya kok berasa deg-degan tapi ya penasaran terus stalking ke bawah, baca setiap statusnya ko mulai berasa perih-perih kangen, sampai ada foto si mantan sama pacarnya semakin dalam semakin perih semakin kamu terhipnotis karena ngepoin facebook mantan, gak kerasa hujan di dalam, maksudnya di pipi, pengen rasanya say hallo ke mantan tapi yasudahlah. Bawaanya kesel sendiri, coba cari pengalihan ganti buka Instagram, kebetulan di Instagram juga nge-follow akun mantan, pas banget si mantan teh baru upload foto yang lagi dinner sama pacarnya, bomb. Tenang, disini kamu gak salah, yang kamu perlukan adalah memaafkan segalanya sampai akhirnya damai di hati dan di semua yang pernah dan akan terjadi, kamu hebat gak pake nge-block akun-akun mantan. Itulah cara terbaik untuk move on, dari pada baru putus, kebawa emosi lalu nge-block semua akun mantan, berselang waktu lama kamu kangen dan buka block akun mantan kamu, ya kamu bakal kaget sama yang ada di akun mantan, sakitnya tuh dimana-mana. Semakin terbiasa melihat yang perih akan semakin terbiasa kamu merasa tersakiti sampai akhirnya kamu mati rasa, mantan mau gimana pun di akun media sosialnya kamu udah kebal, bahkan datang di nikahan mantan tanpa gandengan pun kamu siap, tapi kalo mantan kirim kata sapaan ke kamu, jangan menghindar, balas sewajarnya, ya kali aja kan, kadang hujan aja datang tiba-tiba.

Jadi kesimpulannya?

Ada gak sih kesimpulannya? Hahaha.

Begini aja, tetap pada batas wajarnya, manusia pasti serba ingin tahu, kepo silakan tapi juga harus siap terima akibatnya, dan hadapi. Ada kalanya kepo baik untuk kita mencari sesuatu, mencari ilmu yang tersebar dimana-mana tanpa harus ada nama kita di absen, silakan lanjutkan kepomu dan jadilah dirimu yang kuat.

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikatan Batin Sepasang (belum) Jodoh

Hubungan antara seorang Ibu dan anak, bisa kita bilang hubungan yang paling suci, hubungan yang terjalin tanpa banyak janji. Cintanya sudah lahir bahkan sebelum si bayi itu lahir, juga lebih setelah salah satu diantara mereka mati, akan terus abadi. Tidak heran jika ikatan emosional mereka sangat kuat, mungkin kita sering alami atau dengar banyak cerita tentang ibu yang merasa sangat gelisah dan tidak enak hati jika sang anak di jauh sana sedang sakit, tu kenyataan yang terjadi. Mengapa kita harus mendoakan kedua orang tua, dan selalu meminta restu mereka agar kita dimudahkan dalam segala hal. Karena doa dan restu diantara anak dan orang tuanya adalah cahaya untuk melangkah.

Oke sekarang kita bahas cinta, eh diatas tadi juga ada cintanya sih. Kedekatan kita dengan sahabat yang pasti sudah terjalin bukan hanya dalam sekejap, banyaknya kenangan yang sudah kita lalui pun bisa menjadi syarat untuk dikatakan sahabat. atau sepasang kekasih yang sudah melewati banyak kenangan, senang dan dukanya sering mereka lalui, menyelesaikan masalah bersama, mengucapkan banyak janji, membuat banyak mimpi, salah satunya tersakiti dan satu lainnya mengobati, bahkan tak tanggung berjanji bersama dalam hidup dan mati, mungkin beberapa bisa menjadi komposisi untuk terjalinnya ikatan batin yang kuat.

Pernah gak sih si dia tiba-tiba tanya kabar atau lebih perhatian dari biasanya? dan kita sedang menyimpan masalah yang tidak kita ceritakan kepadanya, atau saat kita lagi sedikit nakal atau genit ke orang lain, tiba-tiba dia nanya “lagi dimana? sama siapa disana? coba dong kirim foto kamu terbaru” bomb!! nafas kita sedetik berhenti, melihat sekitar barangkali dia sedang berada dibelakang kita dan melihat kita yang lagi genit atau dia punya cctv yang merekam kegiatan kita, intinya takut ketahuan deh hehe. Kita sedang gelisah tanpa sebab, tiba-tiba dia kasih kabar kalo dia balikan sama mantannya..uuuh engga gitu juga, tiba-tiba dia kasih kabar kalo dia lagi kangen berat, atau lagi sakit. Iya enak kalo deket mah samperin kita beri dia segala yang kita punya, kalo jauh? LDR? mmm mojok dah nelpon dia atau video call, kasih perhatian dan pengertian, doa mah sudah pasti, atau kirim sesuatu ke dia pake jasa pengiriman, kali aja kalo dikirim mas kawin dia langsung sembuh heuheuheu.

Ya begitulah, entah apa namanya, awam kita menyebutnya ikatan batin, ikatan emosional dan sebagainya bisa dirasakan oleh siapa saja, diciptakan atau tercipta dengan sendirinya, jodoh kita atau masih belum resmi jodoh, mungkin juga pernah kita alami dengan beberapa mantan, sahabat atau teman. Sekarang apa yang sedang kalian rasakan? sedang bahagia? atau sedang gelisah? coba tanyakan ke orang yang namanya sepintas terlintas di hati kalian, kali aja kalian menemukan jawabannya atau sekedar menjadi teman cerita, setidaknya kalian bisa menyambung kembali tali yang sempat renggang atau semakin mempereratnya dan terus terjaga sampai terlepas tanpa kehendak.

Sambung terus, jangan sampai putus, abaikan status.

 

 

Lupa Mandi

Nampak dunia berhenti berdetak

Tak ada satu pun notifikasi

Pesanmu tak satu pun dapat ku baca

Mungkin memang belum kau kirimkan pesannya

Linimasa tak seperti pasar pagi

Masih terlalu subuh kah

Atau aku lupa minum obat pagi ini

 

Bandung, 11 Desember 2016

 

 

 

 

Kecupan Selamat Pagi

Pagi itu liar!

Masih belum ku temukan pawang

pikiranku mengawang

Menggali ingatan, bagaimana caraku terpejam

Sempatkah rindu ku dekap paksa semalam?

Sudah kepalang memuncak

Sedang kepalan asap ku genggam erat

Kita bebas menginterpretasi

Bagaimana bisa kau tenang disini

Meski seisi hati fasih melafalkan namamu, Dwi.

Aku yang akan menelanjangi hari

Tanpamu di sisi, tetap ku kecupkan selamat pagi.

 

 

Bandung, 10 Desember 2016

Rindu Di Tengah Kota

Menghitung senti Braga menuju Berlin

Dihimpit pertokoan

Diluaskan kerinduan

Berjajar lukisan yang nampak seperti senyummu

Guratan kuas yang lembut, menegaskan begitu surga bersemayam di matamu

 

Apa yang membuatku asing di sini?

Berjalan sendiri menggandeng bayangan.

Nampak gila mereka yang menertawakanku, yang sedang dihujam ribuan rindu.

Sedang mereka sudah terlalu gila, tak pernah rasakan rindu di tengah kota.

 

 

Bandung, 2016