Di negeri agrari kita dilarang bertani

Di negeri bernenek moyang seorang peluat kita tak bisa melaut

Di negeri yang terhampar sawah kita memanen gedung yang mewah

Di negeri yang mengedepankan demokrasi kita tidak bebas berorasi

Mengumpat di balik safari sembari onani

Transaksi yang menjadi saksi kami bersuara

Sandiwara massal di panggung terbesar

Yang berjabat tangan saling menyalahkan

Yang berjanji saling mengingkari

Mengubur milyaran ikan untuk kami makan

Memendam padi yang harusnya menjadi nasi

Di keterbukaan kami mencari yang disimpan

Di keberagaman kami masih tak bisa nyaman

Di negeri pertiwi hanya yang merdu yang bisa menyanyi

Di negeri pertiwi yang bersuara sumbang dipaksanya bungkam

Semakin kau pendam

Semakin nyala dendam

Semakin kau bungkam

Semakin kami enggan diam

Biarkan kami selalu menjadi benalu bagimu

Jika kebenaran tak bisa menyadarkan kami bergerak melawan

 

Bandung, 2017

 

 

 

Iklan